<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for PROTAGON</title>
	<atom:link href="http://protagon.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://protagon.wordpress.com</link>
	<description>ExtraTerrestrials, Islam dan Seni</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2009 16:08:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on TANGGAPAN  atas buku:  “MATAHARI MENGELILINGI BUMI” by Dedy Suardi</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/05/11/tanggapan-atas-buku-%e2%80%9cmatahari-mengelilingi-bumi%e2%80%9d/#comment-35</link>
		<dc:creator>Dedy Suardi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 16:08:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/?p=11#comment-35</guid>
		<description>Tolong juga dibaca Surat Al-Ambia: ayat 69

Terimakasih,
Dedy Suardi- Sanggar Protagon</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tolong juga dibaca Surat Al-Ambia: ayat 69</p>
<p>Terimakasih,<br />
Dedy Suardi- Sanggar Protagon</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TANGGAPAN  atas buku:  “MATAHARI MENGELILINGI BUMI” by Dedy Suardi</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/05/11/tanggapan-atas-buku-%e2%80%9cmatahari-mengelilingi-bumi%e2%80%9d/#comment-34</link>
		<dc:creator>Dedy Suardi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 16:06:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/?p=11#comment-34</guid>
		<description>Bagi sesama ummat Islam! Tolong Al-Qur&#039;an itu jangan dicamkan sepotong-sepotong! Kasian toh, Kitab Suci yang begitu sempurna, dipilih-pilih ayatnya demi kepentingan pembenaran pendapat pribadi yang sempit!

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Dedy Suardi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi sesama ummat Islam! Tolong Al-Qur&#8217;an itu jangan dicamkan sepotong-sepotong! Kasian toh, Kitab Suci yang begitu sempurna, dipilih-pilih ayatnya demi kepentingan pembenaran pendapat pribadi yang sempit!</p>
<p>Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!</p>
<p>Dedy Suardi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MATAHARI MENGELILINGI BUMI? by Dedy Suardi</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/#comment-27</link>
		<dc:creator>Dedy Suardi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 14:14:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ngetes/#comment-27</guid>
		<description>Buat ta2 anarchy

Salam hangat!

Agama yang benar tidak bertabrakan dengan sains, karena sains yang benar berakar dari sunatullah (hukum Allah) juga!
Memang tak sedikit tokoh agama yang menceng menafsirkan agama, sehingga akhirnya, Booomm! Bertabrakan dengan ilmu pengetahuan! Kenyatan inilah yang membikin kusut persepsi orang tentang kaitan sains dengan agama! Agamawan yang demikian biasanya tak mau membaca tambahan pengetahuan yang lainnya, sehingga, seakan-akan agama itu cuma kumpulan fikih saja! Padahal, ayat-ayat yang berkaitan dengan &quot;langit&quot; saja tidak kurang dari 307 ayat dari 6236 ayat Al-Qur&#039;anul Karim!

Terimakasih!

Dedy Suardi

Terimakasih banyak!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat ta2 anarchy</p>
<p>Salam hangat!</p>
<p>Agama yang benar tidak bertabrakan dengan sains, karena sains yang benar berakar dari sunatullah (hukum Allah) juga!<br />
Memang tak sedikit tokoh agama yang menceng menafsirkan agama, sehingga akhirnya, Booomm! Bertabrakan dengan ilmu pengetahuan! Kenyatan inilah yang membikin kusut persepsi orang tentang kaitan sains dengan agama! Agamawan yang demikian biasanya tak mau membaca tambahan pengetahuan yang lainnya, sehingga, seakan-akan agama itu cuma kumpulan fikih saja! Padahal, ayat-ayat yang berkaitan dengan &#8220;langit&#8221; saja tidak kurang dari 307 ayat dari 6236 ayat Al-Qur&#8217;anul Karim!</p>
<p>Terimakasih!</p>
<p>Dedy Suardi</p>
<p>Terimakasih banyak!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MATAHARI MENGELILINGI BUMI? by Dedy Suardi</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/#comment-26</link>
		<dc:creator>Dedy Suardi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 06:39:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ngetes/#comment-26</guid>
		<description>Buat dik Azmii, terimakash atas pertanyaannya.

Letak Surga dan Neraka hanya Allah &#039;azzawajalla saja Yang Mahamengetahui-Nya. Adapun diciptakan Galaksi-galaksi yang lain oleh-Nya, boleh jadi buat menampung kehidupan makhluk-makhluk yang lain di luar ras manusia!

Untuk lebih jelasnya silahkan adik baca Al-Qur&#039;an Surat Asy-syura ayat ke-29, An-Nahl ayat 49 dan Ar-Ra&#039;ad ayat 15.

Terimakasih.

Dedy Suardi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat dik Azmii, terimakash atas pertanyaannya.</p>
<p>Letak Surga dan Neraka hanya Allah &#8216;azzawajalla saja Yang Mahamengetahui-Nya. Adapun diciptakan Galaksi-galaksi yang lain oleh-Nya, boleh jadi buat menampung kehidupan makhluk-makhluk yang lain di luar ras manusia!</p>
<p>Untuk lebih jelasnya silahkan adik baca Al-Qur&#8217;an Surat Asy-syura ayat ke-29, An-Nahl ayat 49 dan Ar-Ra&#8217;ad ayat 15.</p>
<p>Terimakasih.</p>
<p>Dedy Suardi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MATAHARI MENGELILINGI BUMI? by Dedy Suardi</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/#comment-25</link>
		<dc:creator>Dedy Suardi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 14:17:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ngetes/#comment-25</guid>
		<description>Terimakasih atas dukungan fikiran dari sdr ta2anarchy.

Saya setuju akan pendapat Anda bahwa secara realita, sering tampak bahwa agama tak pernah sejalan dengan sains. Dan yang kita lihat ini adalah hasil dari pengamalan para pemeluk agama yang amat salah bin keliru, disebabkan termakan oleh dogma-dogma yang tidak menggunakan akal sehat dan penuh kemusyrikan.

Tidak kurang dari 307 ayat dalam Al-Qur&#039;anul Karim yang memperbincangkan masalah langit. Dan ternyata semuanya  tidak bertentangan dengan penemuan sains yang paling mutakhir sekalipun.

Islam dalam pengertian yang lurus, sama-sekali tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Bahkan sains itu sendiri merupakan bagian dari agama; sebab para pemeluk agama yang menyepelekan kemajuan sains, mereka merupakan manusia-manusia stagnan, jalan di tempat, karena terbelenggu oleh dogma-dogma yang membodohkan! Padahal Islam menyuruh kita untuk tak bosan-bosannya menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan selama hayat dikandung badan, kendati hingga ke negeri China sekalipun!

Memang benar, agamawan pernah berseteru dengan para ilmuwan secara blak-blakan. Namun itu di zaman kegelapan dulu (zaman Ptolomeus) tatkala Bumi dinyatakan sebagai pusat alam semesta! Pada saat itu, para ilmuwan yang fikirannya melangkah maju, dikejar-kejar oleh fihak agamawan, ditangkap, bahkan ada yang dibakar hidup-hidup!

Namun sayangnya, pada zaman sekarangpun masih banyak orang-orang yang mengaku beragama, tapi dogmatisnya tak ketulungan, sehingga secara tidak disadari mereka kembali pada zaman kegelapan tersebut!
Semoga kita tidak demikian!

Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih atas dukungan fikiran dari sdr ta2anarchy.</p>
<p>Saya setuju akan pendapat Anda bahwa secara realita, sering tampak bahwa agama tak pernah sejalan dengan sains. Dan yang kita lihat ini adalah hasil dari pengamalan para pemeluk agama yang amat salah bin keliru, disebabkan termakan oleh dogma-dogma yang tidak menggunakan akal sehat dan penuh kemusyrikan.</p>
<p>Tidak kurang dari 307 ayat dalam Al-Qur&#8217;anul Karim yang memperbincangkan masalah langit. Dan ternyata semuanya  tidak bertentangan dengan penemuan sains yang paling mutakhir sekalipun.</p>
<p>Islam dalam pengertian yang lurus, sama-sekali tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Bahkan sains itu sendiri merupakan bagian dari agama; sebab para pemeluk agama yang menyepelekan kemajuan sains, mereka merupakan manusia-manusia stagnan, jalan di tempat, karena terbelenggu oleh dogma-dogma yang membodohkan! Padahal Islam menyuruh kita untuk tak bosan-bosannya menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan selama hayat dikandung badan, kendati hingga ke negeri China sekalipun!</p>
<p>Memang benar, agamawan pernah berseteru dengan para ilmuwan secara blak-blakan. Namun itu di zaman kegelapan dulu (zaman Ptolomeus) tatkala Bumi dinyatakan sebagai pusat alam semesta! Pada saat itu, para ilmuwan yang fikirannya melangkah maju, dikejar-kejar oleh fihak agamawan, ditangkap, bahkan ada yang dibakar hidup-hidup!</p>
<p>Namun sayangnya, pada zaman sekarangpun masih banyak orang-orang yang mengaku beragama, tapi dogmatisnya tak ketulungan, sehingga secara tidak disadari mereka kembali pada zaman kegelapan tersebut!<br />
Semoga kita tidak demikian!</p>
<p>Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MATAHARI MENGELILINGI BUMI? by azmii</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/#comment-24</link>
		<dc:creator>azmii</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 08:44:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ngetes/#comment-24</guid>
		<description>saya mau tanya buat semua yang menanggapi.

saya masi sma , dan lebih bny ga tau nya di banding anda semua.

*kan katanya galaksi bima sakti ini besar sekali, dan di atas galaksi masi ada pluhan ribu galaksi lagi, yg mau sya tnyakan , mungkin kah surga /neraka berada di galaksi lain tsb ? berdasarkan al-qur`an.

*kalo msalnya ga mgkin , mnurut kalian utk apa Allah mencptkan galaksi lain, pdhal kan bima sakti aja ckup. toh kita blum mampu ke luar galaksi.

mkci buat jwbnnya , maaf kalo trlalu ngaco.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau tanya buat semua yang menanggapi.</p>
<p>saya masi sma , dan lebih bny ga tau nya di banding anda semua.</p>
<p>*kan katanya galaksi bima sakti ini besar sekali, dan di atas galaksi masi ada pluhan ribu galaksi lagi, yg mau sya tnyakan , mungkin kah surga /neraka berada di galaksi lain tsb ? berdasarkan al-qur`an.</p>
<p>*kalo msalnya ga mgkin , mnurut kalian utk apa Allah mencptkan galaksi lain, pdhal kan bima sakti aja ckup. toh kita blum mampu ke luar galaksi.</p>
<p>mkci buat jwbnnya , maaf kalo trlalu ngaco.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MATAHARI MENGELILINGI BUMI? by ta2anarchy</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/#comment-23</link>
		<dc:creator>ta2anarchy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 14:19:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ngetes/#comment-23</guid>
		<description>ak bukan orang yang terlalu suka dengan pembahasan agama tapi juga bukan seorang atheis... menurutku sains or ilmu pengetahuan ga bakal bisa berjalan beriringan dengan agama,karena yang ada pastilah perdebatan tak ber ujung,di satu sisi sains bergerak cepat namun tak sempurna sehingga menabrak dogma2 yang telah ada, di satu sisi agama menunggu dengan kewajiban untuk di yakini tanpa ada kemungkinan untuk menolak atau menyangkalnya,sehingga ketika ketemu BUUUMM..!!!! ahli teologi menyatakan ilmuwan murtad and menyesatkan,sedangkan ilmuwan ngatain ahli teologi bodoh and dungu...hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ak bukan orang yang terlalu suka dengan pembahasan agama tapi juga bukan seorang atheis&#8230; menurutku sains or ilmu pengetahuan ga bakal bisa berjalan beriringan dengan agama,karena yang ada pastilah perdebatan tak ber ujung,di satu sisi sains bergerak cepat namun tak sempurna sehingga menabrak dogma2 yang telah ada, di satu sisi agama menunggu dengan kewajiban untuk di yakini tanpa ada kemungkinan untuk menolak atau menyangkalnya,sehingga ketika ketemu BUUUMM..!!!! ahli teologi menyatakan ilmuwan murtad and menyesatkan,sedangkan ilmuwan ngatain ahli teologi bodoh and dungu&#8230;hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MATAHARI MENGELILINGI BUMI? by gondewa66</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/#comment-22</link>
		<dc:creator>gondewa66</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 08:53:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ngetes/#comment-22</guid>
		<description>Surat dari lubuk hati seorang pengemis ilmu:

Saudara Faisal Riza, yang semoga pada saat ini tengah dibahagiakan Allah Swt.

Membaca tulisan Anda yang ketiga ini, saya amat berbahagia, karena ternyata kita merupakan satu front yang pantas bahu-membahu dalam perjuangan Islam di negeri ini yang “jalan kebijakannya telah begitu chaotik” padahal secara mayoritas penghuninya ber-KTP Muslim yang mengaku berkiblat pada Al-Qur’anul Karim, sebagai Kitabullah yang nilai kebenarannya tak usah diragukan lagi.

Sebagai manusia yang minim pengetahuan, namun mencintai Allah Yang Maha Tunggal secara habis-habisan, saya terkadang menangis di tengah malam; gara-gara menyaksikan seakan-akan Kitab Suci itu tinggal aksaranya belaka; bahkan mungkin saja boleh dibilang tinggal suaranya belaka yang dikumandangkan dengan indah dan merdunya, namun tanpa “pengamalan” yang ikhlas dan konsekwen! Bacaan Al-Qur’an diperlombakan setiap tahun, namun ummat muslimin semakin terjerumus pada jurang kejumudan, kebodohan, kebhatilan, dsb, karena kita terlena “memuja Kitab Suci itu namun malas mengamalkan tuntunannya-tuntunanya! Bahkan berkat kekecewan diri saya, saya pun pernah berkata dalam visi metafor di hadapan sekelompok kiyai muda bahwa “saya pada saat ini tengah mendengar Al-Qur’anul Karim tengah menangisi para pengkajinya”! Mereka terkejut mendengar pernyataan saya, namun akhirnya mengerti atau pura-pura mengerti akan maksud saya! Atau bahkan pada saat itu, Al-Qur’anpun mungkin tengah menangisi diri saya sendiri berkat keteledoran saya berbuat adil terhadapnya!

Saya sependapat dengan saudara bahwa hukum dinegeri ini telah dikebiri oleh ‘westernisasi sekuler’ jauh menghianati hukum-hukum Islam yang kita junjung bersama! Berkat para koruptor kakap tidak dipotong tangannya, maka dengan bebas dan leluasanya mereka masih mampu membagikan lembaran-lembaran dolar kepada, para polisi, para jaksa, para hakim bahkan kepada para wakil rakyat, dengan ujung-ujung jemarinya yang masi mulus dan gemulai! Maka semakin meriahlah ‘korupsi berjamaah’ di negeri yang katanya berketuhanan yang Mahaesa ini! Dan bukan itu saja, tak kurang (di luar yang benar-benar kaffah) para alim-ulama yang tega menggadaikan ‘aroma keulamaannya’ demi honor dakwah yang tinggi, demi keangkuhannya, sebagaimana yang Anda utarakan tentang Syeikh milyarder yang dengan pongahnya memberikan contoh yang tak terpuji dengan seenaknya mengawini wanita cilik yang pantas menjadi cucunya! Ini merupakan fitnah yang cukup keji bagi ummat Islam lainnya yang masih mengamalkan agama secara bersih dan luhur! Bahkan juga merupakan fitnah akbar bagi Nabi Suci yang kita hormati; karena mereka menggunakan dalih-dalih trade-mark Nabi, demi pelampiasan hawa nafsu mereka saja!

Namun hai saudaraku! Di kala fihak barat terus-terusan menyudutkan Islam dengan berbagai cara, hikmah bagi kita ialah ‘diharapkan membangunkan kita dari tidur panjang kita’ dalam kebodohan yang semakin memalukan! Kita tertindih fitnah-fitnah mereka karena kesalahan kita sendiri, atau mungkin telah terbiasa ‘genah’ dengan diadu domba oleh orang lain karena kita lama nian dijajah oleh bangsa lain!
Oleh karena itu, kita harus tumbuh menjadi ummat yang taqwa, pintar dan bijaksana! 

Pada kenyatannya di saat ini, jiwa kita tengah berontak secara jorjoran, dengan tingkat kemarahan yang membludak, namun kerap-kali terlepas dari kendali agama yang benar; sehingga tak kurang para kiyai yang distorsi memaknakan istilah ‘Jihad fi sabillillah’ yang diidentikkan dengan kejahatan dan kekerasan! Mereka mengadopsi ayat-ayat dan hadist yang mendukung kemarahannya yang tinggi, sementara membuang firman dan sari tauladan nabi yang bertolak belakang dengan dendam kesumatnya! Hasilnya, penegakkan Islam diidentikkan dengan tajamnya pedang! Hiasan seorang muslim terlihat dari luar seakan-akan merupakan ciperatan darah merah yang berceceran mengerikan! Bagaimana bisa, kita mengamalkan dakwah sejuk yang dicontohkan oleh Nabi kita yang kita cintai, Muhammad Rasulullah Saw? Seperti Sang Nabi akhir yang dengan ikhlas menjenguk seorang Yahudi yang sering meludahinya, dan berkat keterpukauannya terhadap akhlak Nabi yang luhur itu, maka akhirnya si Yahudi ikhlas menjadi muslim sejati?

Mengapa kita terus-terusan tidur lelap sambil menyeringai memimpikan onggokan-onggokan dendam yang tiada berkesudahan? Ribuan ayat Qur’an yang syogianya secara adil kita simak tanpa pilih bulu, eehh yang diutak-atik cuma ayat-ayat yang berkaitan dengan fiqih belaka, hingga tema dakwahpun menjadi membosankan! Padahal ayat-ayat yang bekaitan dengan langit saja, tak kurang dari 307 buah; yang semuanya membangun sikap tawadhu kita, membulatkan ikrar ketauhidan kita, dan menambah kekaguman kita terhadap Sang Mahapencipta!

Islam adalah agama kedamaian, namun jika ada yang menjotos dari muka atau belakang, kita harus berani menangkisnya, sekaligus melawannya! Hanya saja hai kaum muslimin yang tawadhu! Janganlah ‘sok mujahid’ dengan ‘berjibaku’ membopong bom bunuh diri ke tengah-tengah orang yang tak berniat mengamburadulkan kita! Perilaku bunuh diri saja sudah dilarang oleh agama, apalagi membabi-buta membunuh orang yang tak memusuhi kita! Dan jika kalian keki kepada George Bush atas tindakannya yang menyakitkan ummat Islam, jika berani, datang saja sendiri ke hadapannya, dan bawalah senjata kaliber gajah! Dorrrr! Tembak langsung ke dahinya! Si dholim mampus, rakyat tak berdosa selamat! Mungkin saja dengan cara ini, kita lulus menjadi mujahid tulen (bukan mujahid jadi-jadian) di mata Allah Sang Mahapenilai!

Namun perlu disadari oleh seluruh ummat Islam, bahkan oleh seluruh makhluk di langit dan di bumi, bahwa ada peperangan yang lebih besar lagi, ialah memerangi hawa nafsu (yang negatif) kita sendiri!

Jika terjadi di negeri kita “kebacut” setiap bule disatroni karena disamaratakan dengan kebuasan Bush, bahkan dibunuh secara jor-joran, lengkaplah sudah negeri ini akan menjadi negara koruptor dan makhluk buas! Sebab kalian syogianya mengetahui, bahwa tidak kurang puluhan juta rakyat Amerika yang mengutuk presidennya yang haus darah itu! Ini bisa terlihat dari demo-demo mereka menentang perang Irak yang diikuti oleh puluhan juta orang-orang bule! Lebih-lebih lagi orang-orang bule di Amerika dan Eropa pada saat ini mulai berbondong-bondong masuk Islam, karena sadar bahwa kitab suci yang selama ini menjadi tuntunan mereka, telah banyak diobrak-abrik tangan-tangan jahil, terutama visi yang punya kaitannya dengan ketauhidan! Bahkan, Kh. Miftah Farid yang sempat lama ngendong di negeri Sakura, pernah secara kelakar berkata bahwa orang-orang Jepang itu, dilihat dari cara hidupnya ternyata “lebih islamis ketimbang orang Islam”! Hal ini mensinyalirkan bahwa banyak orang Islam sendiri yang perilakunya bertentangan dengan agama yang dipeluknya!

Hatur nuhun! Semoga kita menjadi saudara seperjuangan!

Akhir Oktober yang dingin, sebelum para pembom Bali dieksekusi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Surat dari lubuk hati seorang pengemis ilmu:</p>
<p>Saudara Faisal Riza, yang semoga pada saat ini tengah dibahagiakan Allah Swt.</p>
<p>Membaca tulisan Anda yang ketiga ini, saya amat berbahagia, karena ternyata kita merupakan satu front yang pantas bahu-membahu dalam perjuangan Islam di negeri ini yang “jalan kebijakannya telah begitu chaotik” padahal secara mayoritas penghuninya ber-KTP Muslim yang mengaku berkiblat pada Al-Qur’anul Karim, sebagai Kitabullah yang nilai kebenarannya tak usah diragukan lagi.</p>
<p>Sebagai manusia yang minim pengetahuan, namun mencintai Allah Yang Maha Tunggal secara habis-habisan, saya terkadang menangis di tengah malam; gara-gara menyaksikan seakan-akan Kitab Suci itu tinggal aksaranya belaka; bahkan mungkin saja boleh dibilang tinggal suaranya belaka yang dikumandangkan dengan indah dan merdunya, namun tanpa “pengamalan” yang ikhlas dan konsekwen! Bacaan Al-Qur’an diperlombakan setiap tahun, namun ummat muslimin semakin terjerumus pada jurang kejumudan, kebodohan, kebhatilan, dsb, karena kita terlena “memuja Kitab Suci itu namun malas mengamalkan tuntunannya-tuntunanya! Bahkan berkat kekecewan diri saya, saya pun pernah berkata dalam visi metafor di hadapan sekelompok kiyai muda bahwa “saya pada saat ini tengah mendengar Al-Qur’anul Karim tengah menangisi para pengkajinya”! Mereka terkejut mendengar pernyataan saya, namun akhirnya mengerti atau pura-pura mengerti akan maksud saya! Atau bahkan pada saat itu, Al-Qur’anpun mungkin tengah menangisi diri saya sendiri berkat keteledoran saya berbuat adil terhadapnya!</p>
<p>Saya sependapat dengan saudara bahwa hukum dinegeri ini telah dikebiri oleh ‘westernisasi sekuler’ jauh menghianati hukum-hukum Islam yang kita junjung bersama! Berkat para koruptor kakap tidak dipotong tangannya, maka dengan bebas dan leluasanya mereka masih mampu membagikan lembaran-lembaran dolar kepada, para polisi, para jaksa, para hakim bahkan kepada para wakil rakyat, dengan ujung-ujung jemarinya yang masi mulus dan gemulai! Maka semakin meriahlah ‘korupsi berjamaah’ di negeri yang katanya berketuhanan yang Mahaesa ini! Dan bukan itu saja, tak kurang (di luar yang benar-benar kaffah) para alim-ulama yang tega menggadaikan ‘aroma keulamaannya’ demi honor dakwah yang tinggi, demi keangkuhannya, sebagaimana yang Anda utarakan tentang Syeikh milyarder yang dengan pongahnya memberikan contoh yang tak terpuji dengan seenaknya mengawini wanita cilik yang pantas menjadi cucunya! Ini merupakan fitnah yang cukup keji bagi ummat Islam lainnya yang masih mengamalkan agama secara bersih dan luhur! Bahkan juga merupakan fitnah akbar bagi Nabi Suci yang kita hormati; karena mereka menggunakan dalih-dalih trade-mark Nabi, demi pelampiasan hawa nafsu mereka saja!</p>
<p>Namun hai saudaraku! Di kala fihak barat terus-terusan menyudutkan Islam dengan berbagai cara, hikmah bagi kita ialah ‘diharapkan membangunkan kita dari tidur panjang kita’ dalam kebodohan yang semakin memalukan! Kita tertindih fitnah-fitnah mereka karena kesalahan kita sendiri, atau mungkin telah terbiasa ‘genah’ dengan diadu domba oleh orang lain karena kita lama nian dijajah oleh bangsa lain!<br />
Oleh karena itu, kita harus tumbuh menjadi ummat yang taqwa, pintar dan bijaksana! </p>
<p>Pada kenyatannya di saat ini, jiwa kita tengah berontak secara jorjoran, dengan tingkat kemarahan yang membludak, namun kerap-kali terlepas dari kendali agama yang benar; sehingga tak kurang para kiyai yang distorsi memaknakan istilah ‘Jihad fi sabillillah’ yang diidentikkan dengan kejahatan dan kekerasan! Mereka mengadopsi ayat-ayat dan hadist yang mendukung kemarahannya yang tinggi, sementara membuang firman dan sari tauladan nabi yang bertolak belakang dengan dendam kesumatnya! Hasilnya, penegakkan Islam diidentikkan dengan tajamnya pedang! Hiasan seorang muslim terlihat dari luar seakan-akan merupakan ciperatan darah merah yang berceceran mengerikan! Bagaimana bisa, kita mengamalkan dakwah sejuk yang dicontohkan oleh Nabi kita yang kita cintai, Muhammad Rasulullah Saw? Seperti Sang Nabi akhir yang dengan ikhlas menjenguk seorang Yahudi yang sering meludahinya, dan berkat keterpukauannya terhadap akhlak Nabi yang luhur itu, maka akhirnya si Yahudi ikhlas menjadi muslim sejati?</p>
<p>Mengapa kita terus-terusan tidur lelap sambil menyeringai memimpikan onggokan-onggokan dendam yang tiada berkesudahan? Ribuan ayat Qur’an yang syogianya secara adil kita simak tanpa pilih bulu, eehh yang diutak-atik cuma ayat-ayat yang berkaitan dengan fiqih belaka, hingga tema dakwahpun menjadi membosankan! Padahal ayat-ayat yang bekaitan dengan langit saja, tak kurang dari 307 buah; yang semuanya membangun sikap tawadhu kita, membulatkan ikrar ketauhidan kita, dan menambah kekaguman kita terhadap Sang Mahapencipta!</p>
<p>Islam adalah agama kedamaian, namun jika ada yang menjotos dari muka atau belakang, kita harus berani menangkisnya, sekaligus melawannya! Hanya saja hai kaum muslimin yang tawadhu! Janganlah ‘sok mujahid’ dengan ‘berjibaku’ membopong bom bunuh diri ke tengah-tengah orang yang tak berniat mengamburadulkan kita! Perilaku bunuh diri saja sudah dilarang oleh agama, apalagi membabi-buta membunuh orang yang tak memusuhi kita! Dan jika kalian keki kepada George Bush atas tindakannya yang menyakitkan ummat Islam, jika berani, datang saja sendiri ke hadapannya, dan bawalah senjata kaliber gajah! Dorrrr! Tembak langsung ke dahinya! Si dholim mampus, rakyat tak berdosa selamat! Mungkin saja dengan cara ini, kita lulus menjadi mujahid tulen (bukan mujahid jadi-jadian) di mata Allah Sang Mahapenilai!</p>
<p>Namun perlu disadari oleh seluruh ummat Islam, bahkan oleh seluruh makhluk di langit dan di bumi, bahwa ada peperangan yang lebih besar lagi, ialah memerangi hawa nafsu (yang negatif) kita sendiri!</p>
<p>Jika terjadi di negeri kita “kebacut” setiap bule disatroni karena disamaratakan dengan kebuasan Bush, bahkan dibunuh secara jor-joran, lengkaplah sudah negeri ini akan menjadi negara koruptor dan makhluk buas! Sebab kalian syogianya mengetahui, bahwa tidak kurang puluhan juta rakyat Amerika yang mengutuk presidennya yang haus darah itu! Ini bisa terlihat dari demo-demo mereka menentang perang Irak yang diikuti oleh puluhan juta orang-orang bule! Lebih-lebih lagi orang-orang bule di Amerika dan Eropa pada saat ini mulai berbondong-bondong masuk Islam, karena sadar bahwa kitab suci yang selama ini menjadi tuntunan mereka, telah banyak diobrak-abrik tangan-tangan jahil, terutama visi yang punya kaitannya dengan ketauhidan! Bahkan, Kh. Miftah Farid yang sempat lama ngendong di negeri Sakura, pernah secara kelakar berkata bahwa orang-orang Jepang itu, dilihat dari cara hidupnya ternyata “lebih islamis ketimbang orang Islam”! Hal ini mensinyalirkan bahwa banyak orang Islam sendiri yang perilakunya bertentangan dengan agama yang dipeluknya!</p>
<p>Hatur nuhun! Semoga kita menjadi saudara seperjuangan!</p>
<p>Akhir Oktober yang dingin, sebelum para pembom Bali dieksekusi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MATAHARI MENGELILINGI BUMI? by rifafreedom</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/#comment-21</link>
		<dc:creator>rifafreedom</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 00:50:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ngetes/#comment-21</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Warahmatullahi Ta&#039;ala Wabarakatuh......

Buat Bapak Dedi Suardi yang selalu kritis dan Istiqomah...
Bapak terlalu merendah diri mungkin saya yang tidak berilmu inilah yang bodoh.

Apa yang Bapak utarakan saya setuju sekali....inilah yang menghambat kemajuan peradaban Islam dalam melawan hegemoni Barat yang selalu menafikkan Islam sebagai Agama Teroris padahal merekalah senyata-nyatanya teroris membunuh dan menghancurkan Kaum Muslimin dengan kedok membunuh teroris. Sungguh Ironis Negara kita menerapkan perekonomian kapitalis barat sehingga menimbulkan gejolak sosial dimana Masyarakat Miskin semakin miskin dan Mereka Kaya semakin menumpuk hartanya tanpa peduli rakyat miskin bahkan mungkin saja terjadi perbudakan, jual beli anak demi sesuap nasi atau bahkan anak yang masih dikandungpun dijual.....miris hati ini apalagi pemimpin yg jurdil sulit dicari walaupun ada tidak bisa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya dikarenakan sistem politik yg tidak bermoral dan didukung sistem ekonomi yang carut marut.

Telah banyak fakta yang kita lihat bahwa seorang anak dieksploitasi oleh orang tuanya sendiri demi beberapa rupiah dan masyarakat miskin semakin bertambah, aborsi akibat sex bebas tidak dapat dibendung, narkoba mudah untuk dijual apalagi miras dan perjudian...

Ya Allah, mau jadi apa negeri ini bagaimana bisa maju Indonesia. Miris, sedih dimana moralitas dimana kereligiusan Islam apalagi menjelang pemilu banyak Partai dengan jargon2 menyuarakan aspirasi rakyat tapi kenyataan munafik, mereka mengatasnamakan rakyat untuk menyokong kemenangan untuk berkuasa.

Belum lagi Negara yang mengaku serumpun tetapi dengan sangat lihai dan liciknya mengerogoti NKRI dan mengiming-imingi masyarakat kita di tapal batas untuk jadi Penghianat bangsa dengan imbalan beberapa ringgit.

Kerancuan dalam sistem peradilan dan hukum juga menjadi masalah, seharusnya Negara kita menerapkan Hukum Islam yang mengatur dalam sistem pemerintahan hingga jual beli, kenyataannya masyarakat kita tidak lagi mempermasalahkan Barang Haram atau Barang Halal yang terpenting menarik keuntungan sebanyak-banyaknya.

Mengapa kita takut dan mengekor kepada mereka Non Muslim yang sangat gencar mendakwahkan agama mereka ditengah kaum papa dan miskin dengan menjelek2an Agama Islam dan meniru Islam dengan segala cara.

Mengapa kita sebagai Kaum Muslim yang menyadari sepenuhnya bahwa Islam Agama yang Benar, rahmat bagi semesta alam dan diridhoi oleh Allah SWT, takut untuk menegakkan Syariah Islam dan Hukum Islam sebagai pedoman hidup bagi negara dan berbangsa, padahal penduduk Islam di Indonesia 90 %.

Bagaimana Peradaban Islam akan muncul jika dari makanan dan minuman bayak bercampur dengan keharaman, bagaimana hidayah ISlam tetap merasuk ke hati dan iman masyarakat Muslim jika dari makanan dan minuman sudah berbau kemaksiatan, Bagaimana Negara yang seharusnya mengontrol dan mengawasi tidak lagi bisa menjamin peredaran makanan dan minuman secara halal dan tidak mempedulikan lagi Fatwa2 MUI yang jelas2 mengharamkan. Sebegitu besarnya kemerosotan moral kita

Kita hidup didunia ini hanyalah sementara bagaikan musafir yang bersinggah dibawah pohon kurma dan oase yang menyejukkan apabila kita terlena dan lupa daratan bahwa kita cuman mampir sebentar dan akan meneruskan perjalanan yang sesungguhnya maka celakalah akibatnya dan apabila kita mengetahui dan memahami bahwa kita cuma mampir dan mempersiapkan diri untuk bekal dalam meneruskan perjalanan menuju keabadian yang sesungguhnya disisi Allah SWT. Smoga kita mendapatkan hidayah dan ampunan serta syafaat dari Allah SWT.

Belum lagi seseorang yang mengaku alim dan bergelar Syeikh berkoar-koar dengan angkuhnya akan menikahi anak berumur 7, 9 dan 12 tahun dengan merujuk pada risalah Rasulullah SAW dalam menikahi Aisyah ra. 
Begitu Alimkah dia, begitu zuhudkah dia, begitu tawadhukah dia, begitu jumawanya dia, padahal orang yang bergelar Secyh bukanlah pengakuan diri sendiri namun pengakuan dari Alim Ulama dan Habaib yang mengakui keilmuan dan kezuhudan Tuan Guru tersebut

Bukankah Auliya Waliullah menjaga omongannya dan tingkah lakunya agar terhindar dari fitnah dan kesia-siaan dan semakin tawadhu menyelami betapa rendahnya manusia, betapa lemahnya manusia dihadapan Allah SWT dan berdzikir mengagungkan Asma Allah. Ibarat Pepatah lama Ilmu Padi makin merunduk makin berisi.

Semoga kita terhindar dari kesesatan dunia dan termasuk kedalam golongan orang2 yang diberi petunjuk dan hidayah dari Allah SWT. Amin

Teringat Pesan Guru Sekumpul : Banyak Ulama yang pandai tetapi mencari keni’matan dunia dan pandai menyesatkan ummat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Ta&#8217;ala Wabarakatuh&#8230;&#8230;</p>
<p>Buat Bapak Dedi Suardi yang selalu kritis dan Istiqomah&#8230;<br />
Bapak terlalu merendah diri mungkin saya yang tidak berilmu inilah yang bodoh.</p>
<p>Apa yang Bapak utarakan saya setuju sekali&#8230;.inilah yang menghambat kemajuan peradaban Islam dalam melawan hegemoni Barat yang selalu menafikkan Islam sebagai Agama Teroris padahal merekalah senyata-nyatanya teroris membunuh dan menghancurkan Kaum Muslimin dengan kedok membunuh teroris. Sungguh Ironis Negara kita menerapkan perekonomian kapitalis barat sehingga menimbulkan gejolak sosial dimana Masyarakat Miskin semakin miskin dan Mereka Kaya semakin menumpuk hartanya tanpa peduli rakyat miskin bahkan mungkin saja terjadi perbudakan, jual beli anak demi sesuap nasi atau bahkan anak yang masih dikandungpun dijual&#8230;..miris hati ini apalagi pemimpin yg jurdil sulit dicari walaupun ada tidak bisa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya dikarenakan sistem politik yg tidak bermoral dan didukung sistem ekonomi yang carut marut.</p>
<p>Telah banyak fakta yang kita lihat bahwa seorang anak dieksploitasi oleh orang tuanya sendiri demi beberapa rupiah dan masyarakat miskin semakin bertambah, aborsi akibat sex bebas tidak dapat dibendung, narkoba mudah untuk dijual apalagi miras dan perjudian&#8230;</p>
<p>Ya Allah, mau jadi apa negeri ini bagaimana bisa maju Indonesia. Miris, sedih dimana moralitas dimana kereligiusan Islam apalagi menjelang pemilu banyak Partai dengan jargon2 menyuarakan aspirasi rakyat tapi kenyataan munafik, mereka mengatasnamakan rakyat untuk menyokong kemenangan untuk berkuasa.</p>
<p>Belum lagi Negara yang mengaku serumpun tetapi dengan sangat lihai dan liciknya mengerogoti NKRI dan mengiming-imingi masyarakat kita di tapal batas untuk jadi Penghianat bangsa dengan imbalan beberapa ringgit.</p>
<p>Kerancuan dalam sistem peradilan dan hukum juga menjadi masalah, seharusnya Negara kita menerapkan Hukum Islam yang mengatur dalam sistem pemerintahan hingga jual beli, kenyataannya masyarakat kita tidak lagi mempermasalahkan Barang Haram atau Barang Halal yang terpenting menarik keuntungan sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Mengapa kita takut dan mengekor kepada mereka Non Muslim yang sangat gencar mendakwahkan agama mereka ditengah kaum papa dan miskin dengan menjelek2an Agama Islam dan meniru Islam dengan segala cara.</p>
<p>Mengapa kita sebagai Kaum Muslim yang menyadari sepenuhnya bahwa Islam Agama yang Benar, rahmat bagi semesta alam dan diridhoi oleh Allah SWT, takut untuk menegakkan Syariah Islam dan Hukum Islam sebagai pedoman hidup bagi negara dan berbangsa, padahal penduduk Islam di Indonesia 90 %.</p>
<p>Bagaimana Peradaban Islam akan muncul jika dari makanan dan minuman bayak bercampur dengan keharaman, bagaimana hidayah ISlam tetap merasuk ke hati dan iman masyarakat Muslim jika dari makanan dan minuman sudah berbau kemaksiatan, Bagaimana Negara yang seharusnya mengontrol dan mengawasi tidak lagi bisa menjamin peredaran makanan dan minuman secara halal dan tidak mempedulikan lagi Fatwa2 MUI yang jelas2 mengharamkan. Sebegitu besarnya kemerosotan moral kita</p>
<p>Kita hidup didunia ini hanyalah sementara bagaikan musafir yang bersinggah dibawah pohon kurma dan oase yang menyejukkan apabila kita terlena dan lupa daratan bahwa kita cuman mampir sebentar dan akan meneruskan perjalanan yang sesungguhnya maka celakalah akibatnya dan apabila kita mengetahui dan memahami bahwa kita cuma mampir dan mempersiapkan diri untuk bekal dalam meneruskan perjalanan menuju keabadian yang sesungguhnya disisi Allah SWT. Smoga kita mendapatkan hidayah dan ampunan serta syafaat dari Allah SWT.</p>
<p>Belum lagi seseorang yang mengaku alim dan bergelar Syeikh berkoar-koar dengan angkuhnya akan menikahi anak berumur 7, 9 dan 12 tahun dengan merujuk pada risalah Rasulullah SAW dalam menikahi Aisyah ra.<br />
Begitu Alimkah dia, begitu zuhudkah dia, begitu tawadhukah dia, begitu jumawanya dia, padahal orang yang bergelar Secyh bukanlah pengakuan diri sendiri namun pengakuan dari Alim Ulama dan Habaib yang mengakui keilmuan dan kezuhudan Tuan Guru tersebut</p>
<p>Bukankah Auliya Waliullah menjaga omongannya dan tingkah lakunya agar terhindar dari fitnah dan kesia-siaan dan semakin tawadhu menyelami betapa rendahnya manusia, betapa lemahnya manusia dihadapan Allah SWT dan berdzikir mengagungkan Asma Allah. Ibarat Pepatah lama Ilmu Padi makin merunduk makin berisi.</p>
<p>Semoga kita terhindar dari kesesatan dunia dan termasuk kedalam golongan orang2 yang diberi petunjuk dan hidayah dari Allah SWT. Amin</p>
<p>Teringat Pesan Guru Sekumpul : Banyak Ulama yang pandai tetapi mencari keni’matan dunia dan pandai menyesatkan ummat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MATAHARI MENGELILINGI BUMI? by gondewa66</title>
		<link>http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/#comment-20</link>
		<dc:creator>gondewa66</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 04:18:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ngetes/#comment-20</guid>
		<description>Buat saudara Faisal Riza, S, sos –Banjarmasin.

Semoga Anda sekeluarga selamat sejahtera dipelukan lindungan Allah Seru sekalian Alam!

Saya ucapkan terimakasih banyak atas tanggapan susulan dari Anda yang lebih konstruktif dan gamblang.

Saudaraku sesama Muslim! Penggunaan Iptek lewat penalaran sains bagi seorang muslim, syogianya tidak lepas dari ikatan koridor-koridor ibadah kepada Allah Sang Mahapencipta Alam semesta. Jadi, saya setuju dengan saudara bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan bukanlah segalanya dalam kehidupan ini; sebab sesorang muslim yang terlampau memuja sains dan teknologi, mereka pantas digolongkan kepada kaum musyrikin yang menyembah ‘tuhan lain’ selain Allah.

Sejak dimulainya percobaan kloning di dunia ini, saya telah menolak mentah-mentah rekasaya semacam itu, karena selain tidak ada gunanya, juga akan menimbulkan kesombongan dan keangkuhan pada diri manusia! Bahkan keluarga berencana yang tercomot dari sistem barat sekulerpun tak pernah saya jalani hingga saya bercucu banyak, dan semuanya sehat-sehat atas izin Allah Swt! Kini saya telah menjadi seorang kakek yang amat rapuh, namun masih semangat memperjuangkan kejayaan Islam dengan segala kebodohan saya! Nah, tentu saja ini berkaitan dengan sejauh mana etika seorang muslim syogianya diwedarkan pada saat mengamalkan sains dan teknologi dalam rangka bersyukur dan ibadah kepada Dzat Pemilik Ilmu dan Keterampilan.

Balik lagi pada masalah perputaran Bumi pada porosnya, saya tidak semata-mata manut (nurut) tanpa reserve pada penemuan-penemuan para pelacak barat atau timur, namun saya sendiri mengadakan penelitian langsung, lewat perangkat-perangkat keras yang saya miliki (titipan Allah), bahkan juga perangkat-perangkat lunak (titipan Allah) yang saya kuasai, seperti teropong bintang, alat-alat fotografi, dan akal sehat; sebagai interaksi dari jemala (otak) dan kalbu. Jadi yang disebut akal itu tenyata bukan cuma fikiran jaja, sebab jika manusia cuma mengandalkan kekuatan fikirannya semata, dia akan tertipu oleh fatamorgana ilmu yang tidak terkaji secara cermat dan bijaksana! Lantas kebijakansanaannya akan dibakar oleh keangkuhannya sendiri! Kita cumalah super-super-super debu ditengah alam semesta raya ini, yang bermukim di sebuah planet kecil bernama Bumi! Allahu Akbar! Sedangkan planet Jupiter saja besarnya kurang-lebih 1300 kali pemukiman kita! Apalagi Matahari yang besarnya lebih dari sejuta kali, yang tak henti berlari mengedari pusar galaksi Bimasakti, dalam rangka ibadah kepada Allah!

Namun sayang saudaraku! Pada kenyataannya kita telah lama saling menyombongkan diri dikarenakan perbedaan firqoh, perbedaan madhab (bahkan perbedaan guru), perbedaan warna kemasan kelompok, dan banyak lagi yang menyebabkan setiap kelompok merasa paling benar sendiri, sambil melupakan bahwa cuma Allah Yang Mahaesa-lah yang berhak menilai kebenaran seseorang! Buktinya Anda bisa menyaksikan sendiri, betapa semakin merenggangnya Suni dan Syi’ah, semua merasa paling benar dan lurus di hadapan Allah, seumur hidup waktunya cuma dipakai untuk cakar-cakaran; hanya karena memperdebatkan ‘khilafiah’ sehingga Al-Qur’anul Karim seakan-akan cuma tinggal bacaannya belaka di Bumi yang indah ini; pengamalannya menjadi jauh dari visi dan misinya! Hal inilah yang menyebabkan kita jalan ditempat, bahkan mundur lagi ke belakang, terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi! Ini tampak sekali sejak abad ke-11!

Barangkali perbaikan terhadap ‘suasana kheos’ inilah pekerjaan rumah kita bersama, yang  syogianya bareng-bareng kita perjuangkan dengan tegar, kembali pada tuntunan Kitab Suci dan perilaku Nabi, bahwa bendera Islam yang “satu dan serupa” harus cepat-cepat dikibarkan; sebab jika tidak, persatuan ummat akan amburadul! Dan salah-satunya ialah lewat penelitian sains dan teknologi secara bersama-sama, tanpa lagi saling tusuk dari belakang berkat ageman-ageman firqoh yang berseberangan! Dan jika ini tidak lekas-lekas disadari dan dilaksanakan, kebangkitan Islam itu cuma omong kosong belaka!

Saya dan Anda harus menjadi saudara tulen yang tak sekedar pulasan belaka. Jika kita bisa mengambil hikmah dari perbedaan faham kita, insya-Allah Tuhan akan mendekatkan lagi akal-budi kita, sehingga kita akan mampu bersiap-siaga pada satu front ukhuwah, yang tidak lagi dikotori oleh saling curiga-mencurigai!

Salam kepada seluruh keluarga,

Dari seorang kakek tua-renta yang paling bodoh sejagat raya!
Dedy Suardi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat saudara Faisal Riza, S, sos –Banjarmasin.</p>
<p>Semoga Anda sekeluarga selamat sejahtera dipelukan lindungan Allah Seru sekalian Alam!</p>
<p>Saya ucapkan terimakasih banyak atas tanggapan susulan dari Anda yang lebih konstruktif dan gamblang.</p>
<p>Saudaraku sesama Muslim! Penggunaan Iptek lewat penalaran sains bagi seorang muslim, syogianya tidak lepas dari ikatan koridor-koridor ibadah kepada Allah Sang Mahapencipta Alam semesta. Jadi, saya setuju dengan saudara bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan bukanlah segalanya dalam kehidupan ini; sebab sesorang muslim yang terlampau memuja sains dan teknologi, mereka pantas digolongkan kepada kaum musyrikin yang menyembah ‘tuhan lain’ selain Allah.</p>
<p>Sejak dimulainya percobaan kloning di dunia ini, saya telah menolak mentah-mentah rekasaya semacam itu, karena selain tidak ada gunanya, juga akan menimbulkan kesombongan dan keangkuhan pada diri manusia! Bahkan keluarga berencana yang tercomot dari sistem barat sekulerpun tak pernah saya jalani hingga saya bercucu banyak, dan semuanya sehat-sehat atas izin Allah Swt! Kini saya telah menjadi seorang kakek yang amat rapuh, namun masih semangat memperjuangkan kejayaan Islam dengan segala kebodohan saya! Nah, tentu saja ini berkaitan dengan sejauh mana etika seorang muslim syogianya diwedarkan pada saat mengamalkan sains dan teknologi dalam rangka bersyukur dan ibadah kepada Dzat Pemilik Ilmu dan Keterampilan.</p>
<p>Balik lagi pada masalah perputaran Bumi pada porosnya, saya tidak semata-mata manut (nurut) tanpa reserve pada penemuan-penemuan para pelacak barat atau timur, namun saya sendiri mengadakan penelitian langsung, lewat perangkat-perangkat keras yang saya miliki (titipan Allah), bahkan juga perangkat-perangkat lunak (titipan Allah) yang saya kuasai, seperti teropong bintang, alat-alat fotografi, dan akal sehat; sebagai interaksi dari jemala (otak) dan kalbu. Jadi yang disebut akal itu tenyata bukan cuma fikiran jaja, sebab jika manusia cuma mengandalkan kekuatan fikirannya semata, dia akan tertipu oleh fatamorgana ilmu yang tidak terkaji secara cermat dan bijaksana! Lantas kebijakansanaannya akan dibakar oleh keangkuhannya sendiri! Kita cumalah super-super-super debu ditengah alam semesta raya ini, yang bermukim di sebuah planet kecil bernama Bumi! Allahu Akbar! Sedangkan planet Jupiter saja besarnya kurang-lebih 1300 kali pemukiman kita! Apalagi Matahari yang besarnya lebih dari sejuta kali, yang tak henti berlari mengedari pusar galaksi Bimasakti, dalam rangka ibadah kepada Allah!</p>
<p>Namun sayang saudaraku! Pada kenyataannya kita telah lama saling menyombongkan diri dikarenakan perbedaan firqoh, perbedaan madhab (bahkan perbedaan guru), perbedaan warna kemasan kelompok, dan banyak lagi yang menyebabkan setiap kelompok merasa paling benar sendiri, sambil melupakan bahwa cuma Allah Yang Mahaesa-lah yang berhak menilai kebenaran seseorang! Buktinya Anda bisa menyaksikan sendiri, betapa semakin merenggangnya Suni dan Syi’ah, semua merasa paling benar dan lurus di hadapan Allah, seumur hidup waktunya cuma dipakai untuk cakar-cakaran; hanya karena memperdebatkan ‘khilafiah’ sehingga Al-Qur’anul Karim seakan-akan cuma tinggal bacaannya belaka di Bumi yang indah ini; pengamalannya menjadi jauh dari visi dan misinya! Hal inilah yang menyebabkan kita jalan ditempat, bahkan mundur lagi ke belakang, terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi! Ini tampak sekali sejak abad ke-11!</p>
<p>Barangkali perbaikan terhadap ‘suasana kheos’ inilah pekerjaan rumah kita bersama, yang  syogianya bareng-bareng kita perjuangkan dengan tegar, kembali pada tuntunan Kitab Suci dan perilaku Nabi, bahwa bendera Islam yang “satu dan serupa” harus cepat-cepat dikibarkan; sebab jika tidak, persatuan ummat akan amburadul! Dan salah-satunya ialah lewat penelitian sains dan teknologi secara bersama-sama, tanpa lagi saling tusuk dari belakang berkat ageman-ageman firqoh yang berseberangan! Dan jika ini tidak lekas-lekas disadari dan dilaksanakan, kebangkitan Islam itu cuma omong kosong belaka!</p>
<p>Saya dan Anda harus menjadi saudara tulen yang tak sekedar pulasan belaka. Jika kita bisa mengambil hikmah dari perbedaan faham kita, insya-Allah Tuhan akan mendekatkan lagi akal-budi kita, sehingga kita akan mampu bersiap-siaga pada satu front ukhuwah, yang tidak lagi dikotori oleh saling curiga-mencurigai!</p>
<p>Salam kepada seluruh keluarga,</p>
<p>Dari seorang kakek tua-renta yang paling bodoh sejagat raya!<br />
Dedy Suardi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
